Cara Instalasi Linux Apache, Mysql dan PHP di Debian

Seminggu yang lalu (06/02/2015) kami dari tim pengembang IT jurusan fisika yang bermarkas di Laboratorium Fisika Komputasi harus menerima kenyataan pahit bahwa server yang selama ini menemani kami ternyata mengalami harddisk mati (terkesan berlebihan). Nah, kejadian itu dijadikan kesempatan bagi teman kami yang belum pernah menginstall debian dan kelengkapannya (Apache, Mysql dan PHP) untuk belajar.

INSTALASI APACHE

Sebelum menginstall Apache, Mysql dan PHP, terlebih dahulu kita update Debian Server kita dengan akses root melalui terminal

apt-get update

Apache adalah sebuah webserver yang bersifat opensource yang berjalan di hampir 50% server di dunia. Contoh webserver lainnya seperti nginx (engine-x), lighttpd, IIS dan Xitami. Untuk menginstall apache kita ketikkan perintah ini di terminal

apt-get install apache2

Untuk mengecek apakah apache sudah berjalan di server sahabat. silakan kunjungi IP server sahabat. Jika sahabat menggunakan server DEbian dengan UI (User Interfaces), sahabat bisa langsung mengecek dengan akses melalui web browser dengan alamat localhost atau dengan IP 127.0.0.1. Jika berhasil akan muncul halaman yang bertuliskan “It’s Work”

Bagaimana cara mengecek IP server sahabat ?

Sahabat bisa menggunakan perintah ini untuk melihat IP server sahabat.

ifconfig eth0 | grep inet | awk '{ print $2 }'

INSTALASI MYSQL

Apache adalah webserver opensource yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, maka Mysql adalah database management system yang paling banyak digunakan. Mungkin ini karena sifatnya yang Opensource. Untuk menginstal mysql ketikkan perintah di bawah ini di terminal

apt-get install mysql-server

Pada saat instalasi Mysql, sahabat akan ditanya password root mysql. Password mysql dapat diedit di kemudian waktu. setelah selesai instalasi mysql-server , lanjutkan dengan perintah berikut untuk meningkatkan keamanan database server sahabat

mysql_secure_installation

Dalam proses kali ini, sahabat akan ditanya beberapa pertanyaan

1. Menanyakan password root sekarang dan niatan untuk mengganti passwordnya

Enter current password for root (enter for none): 
OK, successfully used password, moving on...

Jika tidak ingin mengganti passwordnya pilih N dan lanjutkan lanjutkan ke langkah selanjutnya

2. Untuk pertanyaan selanjutnya, silakan isikan Yes (y) untuk semua pertanyaannya

By default, a MySQL installation has an anonymous user, allowing anyone
to log into MySQL without having to have a user account created for
them.  This is intended only for testing, and to make the installation
go a bit smoother.  You should remove them before moving into a
production environment.

Remove anonymous users? [Y/n] y                                            
 ... Success!

Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'.  This
ensures that someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n] y
... Success!

By default, MySQL comes with a database named 'test' that anyone can
access.  This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n] y
 - Dropping test database...
 ... Success!
 - Removing privileges on test database...
 ... Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n] y
 ... Success!

Cleaning up...

Setelah instalasi sukses, Sahabat bisa melanjtkan ke Instalasi PHP  nya. Untuk mengecek apakah mysql sudah berjalan atau tidak silakan ketikkan perintah dibawah ini di terminal

mysqladmin -u root -p

Output (Keluaran) dari perintah di atas misalnya adlaah seperti berikut

Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 536
Server version: 5.5.41-0+wheezy1 (Debian)

Copyright (c) 2000, 2014, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.

Oracle is a registered trademark of Oracle Corporation and/or its
affiliates. Other names may be trademarks of their respective
owners.

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

 

INSTALASI PHP

Untuk menginstal PHP silakan ketikkan perintah di bawah ini.

apt-get install php5 php-pear php5-mysql

Catatan : Jika Sahabat menggunakan versi debian terdahulu sebelum debian 7 tambahkan pula php5-suhosin ( Tujuan dari instalasi ekstensi suhosin sendiri adalah melindungi server dari pengkodean PHP yang tidak aman)

Karena sistem kami nanti menggunakan ekstensi PHP lainnya (PHP CURL dan PHP GD untuk pembuatan grafik dengan PHP) kita dapat melakukan perintah berikut

apt-get install php-curl php5-gd

Lanjutkan dengan merestart webserver apache sahabat dengan perintah berikut

service apache2 restart

 Cara mengecek apakah PHP sudah berjalan di server sahabat

 

Untuk mengecek apakah PHP sudah dapat berjalan dengan baik kita dapat membuat script PHP sederhana misalnya echo “Hello World”; atau dengan menggunakan fungsi PHPINFO(). PHPINFO() adalah fungsi bawaan dari PHP untuk melihat detail informasi PHP yang berjalan di server kita. pada kali ini saya memberikan contoh yang phpinfo() saja karena memberikan hasil yang lebih kompleks dan informasi yang disampaikan dapat kita kaji.

 

 

1. Buat File phpinfo.php dengan perintah

 nano /var/www/phpinfo.php

 

2. ketikkan script berikut

<?php phpinfo(); ?>

 

3. Kemudian keluar dan simpan

4. Cek dengan mengunjungi IP/phpinfo.php misal 192.23.109.222/phpinfo.php. tampilan yang akan muncul adalah seperti gambar berikut :

Tampilan PHPINFO yang menandakan PHP sudah berjalan

Tampilan PHPINFO yang menandakan PHP sudah berjalan

 

 

 SUMBER :

https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-install-linux-apache-mysql-php-lamp-stack-on-debian

http://en.wikipedia.org/wiki/Suhosin

http://www.cyberciti.biz/faq/how-to-find-out-if-mysql-is-running-on-linux/

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *